Kepala Desa Karang Suci Kecamatan Arga Makmur Bengkulu Utara, Febzon Norhadi: Terapkan Budaya Gotong Royong untuk Keberhasilan Desa

Aurabengkulu.com -Kepala Desa Karang Suci, Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara, Febzon Norhadi, telah berhasil menerapkan budaya gotong royong dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat desa. Melalui pendekatan ini, berbagai urusan administratif dan sosial di desa menjadi lebih lancar dan efisien.

Senin(24/6/2024) 

Salah satu contoh keberhasilan penerapan budaya gotong royong ini adalah dalam hal pengurusan surat-surat penting seperti surat calon pengantin (Capin) dan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP),dan pembuatan akta Kematian Berkat kerjasama yang erat antara perangkat desa dan masyarakat, proses ini dapat berjalan dengan cepat dan tanpa hambatan berarti. “Kami berusaha memudahkan warga dalam setiap urusan administratif. Dengan adanya gotong royong, segala urusan bisa cepat selesai karena semua saling membantu,” ujar Febzon Norhadi.

Tidak hanya dalam urusan administratif, Febzon juga menerapkan prinsip gotong royong dalam kehidupan sosial masyarakat. Seluruh perangkat desa diwajibkan untuk hadir dan ikut serta dalam takziah jika ada warga yang meninggal dunia. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga untuk membantu keluarga yang ditinggalkan dalam mengurus berbagai hal yang diperlukan selama proses pemakaman.

“Kehadiran perangkat desa dalam acara takziah dan acara lainnya merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga merasa didukung dan tidak merasa sendiri dalam menghadapi situasi sulit,” tambah Febzon.

Selain itu, perangkat desa juga diwajibkan untuk ikut andil dalam berbagai acara positif lainnya yang diadakan di desa. Baik itu kegiatan keagamaan, kegiatan sosial, hingga kegiatan pembangunan desa. Semua perangkat desa harus turun tangan dan membantu demi kelancaran dan kesuksesan acara tersebut. “Kami percaya bahwa dengan gotong royong, segala hal menjadi lebih ringan dan mudah dilakukan. Semua kegiatan desa bisa berjalan lancar karena ada kebersamaan dan kekompakan,” ujar Febzon.

Penerapan budaya gotong royong ini tidak hanya dirasakan dalam kegiatan sosial dan administratif, tetapi juga dalam pembangunan dan program ketahanan pangan di desa Karang Suci. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan infrastruktur desa mengalami kemajuan yang signifikan. Jalan-jalan desa diperbaiki, fasilitas umum diperbaharui, dan program-program ketahanan pangan dijalankan dengan baik.

“Kami melihat adanya kemajuan yang nyata dalam pembangunan desa. Masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya ketahanan pangan. Banyak warga yang mulai menanam sayuran dan memelihara ternak di pekarangan rumah mereka sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa,” jelas Febzon.

Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran aktif seluruh masyarakat desa yang selalu siap bergotong royong dalam setiap kegiatan. Masyarakat Karang Suci menyadari bahwa keberhasilan desa adalah keberhasilan bersama. Mereka juga merasa lebih memiliki desa karena ikut serta dalam setiap proses pembangunan dan kegiatan sosial yang ada.

“Gotong royong adalah warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan. Dengan gotong royong, kita bisa menghadapi segala tantangan dan meraih keberhasilan bersama,” tegas Febzon Norhadi.

Budaya gotong royong yang diterapkan di Desa Karang Suci ini juga mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat luas. Desa Karang Suci dianggap sebagai contoh teladan dalam menerapkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong untuk kemajuan bersama.

“Desa Karang Suci telah menunjukkan bahwa dengan kebersamaan dan gotong royong, segala hal bisa dicapai. Kami berharap desa-desa lain juga bisa menerapkan hal yang sama untuk kemajuan daerah mereka,” kata seorang pejabat dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.

Dengan keberhasilan ini, Febzon Norhadi berharap budaya gotong royong bisa terus dilestarikan dan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Ia juga berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh perangkat desa.