Aurabengkulu.com, Padang jaya-Bengkulu utara upayakan Peningkatan kesejahteraan peternakan ayam pemkab bengkulu utara melalui bappelitbangda inovasi tekhnologi bahan pakan.
(05/12/2024)
Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk ternak ayam baik ayam petelur maupun ayam broiler, berbagai inovasi teknologi dalam pakan ternak kini mulai diperkenalkan kepada para peternak di Indonesia termasuk peternak di Kabupaten Bengkulu Utara. Teknologi terbaru ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan industri peternakan ayam dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Salah satu isu yang dihadapi oleh peternak unggas dalam hal ini ayam adalah tingkat kesejahteraan peternak yang masih harus ditingkatkan. Saat ini peternak harus menanggung ongkos produksi yang masih tinggi, sekitar 50-80% biaya yang harus dikeluarkan untuk ongkos pakan. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dengan mengurangi biaya-biaya produksi.
Kegiatan diseminasi dilaksanakan pada KUB Paja Farm di Kecamatan Padang Jaya. Kegiatan disampaikan oleh Kepala Bappelitbangda Dr. Dodi Hardinata yang diwakili oleh Kepala Bidang penelitian dan Pengembangan Linda Fitri. Pada kegiatan ini para peternak diajak untuk memahami manfaat penggunaan pakan inovatif serta membangun peternakan berkelanjutan. Pada kesempatan ini juga diserahkan buku Upaya Peningkatan Kesejahteraan Peternak Ayam Melalui Teknologi bahan Pakan, yang merupakan karya dari Yosi Fenita, dkk yang terbit pada tahun 2024.
Pada kegiatan ini disampaikan tentang upaya menekan ongkos produksi melalui efisiensi manajemen pemberian pakan, peningkatan mutu produk serta peningkatan konsumsi produk unggas. Salah satu inovasi utama yang diseminasi adalah penggunaan pakan berbasis bahan baku lokal yang lebih terjangkau namun tetap memiliki kandungan gizi yang tinggi. Misalnya, penggunaan daun katuk, penggunaan kulit pisang serta efektivitas herbal sebagai feed additive pada unggas. Teknologi ini tidak hanya memberikan solusi ekonomi yang lebih hemat, tetapi juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor bahan pakan ternak.
Penerapan teknologi pakan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi ayam, tetapi juga pada kesehatan ayam yang lebih terjaga. Selain itu, pemanfaatan bahan lokal akan membantu mengurangi ketergantungan pada impor pakan ternak dan berpotensi membuka peluang pasar baru bagi produk-produk lokal.
Dengan diseminasi inovasi ini, diharapkan sektor peternakan ayam khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara dapat berkembang lebih pesat, menjawab tantangan pangan nasional, dan berkontribusi pada ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Adv)
